Tuesday, September 4, 2007

Polimer Pencegah Tanah Longsor (Published in Kompas)

Beberapa kali Kompas menurunkan berita mengenai terjadinya tanah longsor di beberapa daerah yang diakibatkan oleh hujan dan banjir, salah satunya adalah banjir yang terjadi di Ngestiharjo, Bantul Jogyakarta ( Kompas, 2/3/2003 ). Akibat hujan deras yang mengguyur daerah itu selama 2 hari menyebabkan jebolnya talut atau tebing kali bayem. Kejadian ini menyebabkan terbelahnya tanah selebar 20 meter dengan kedalaman 10 – 20 meter serta musnahnya beberapa hektar persawahan dan hanyutnya ikan - ikan dari tambaknya.
Usaha yang akan dilakukan pemda setempat dengan membangun tanggul semen disekitar tebing kali bayem selain akan memerlukan biaya yang sangat besar juga akan membutuhkan waktu pengerjaan yang lama. Usaha lainnya dengan melakukan penanaman pohon di pinggir - pinggir sungai juga memerlukan waktu bertahun – tahun untuk menuai hasilnya. Padahal solusi mengenai masalah ini sangat mendesak. Polimer emulsi memberikan solusi yang tepat dan cerdas terhadap masalah ini.
Polimer Emulsi
Proses pembuatan polimer emulsi pertama kali dilakukan pada saat perang dunia ke-2. Terancamnya pasokan karet alam dari negara – negara ketiga mengakibatkan beberapa negara seperti Amerika dan sekutunya serta Jepang berlomba – lomba untuk membuat karet alam sintetik. Polimer emulsi yang pertama kali disintesis adalah poli ( 1.3 butadiene co styrene ). Bentuk dari polimer sistesis tersebut mirip dengan getah karet ( latex ), sehingga produk polimer – polimer emulsi seringkali juga dikenal dengan sebutan latex.
Proses pembuatan polimer emulsi adalah dengan polimerisasi radikal bebas. Komponen – komponen yang terlibat dalam polimerisasi emulsi ( emulsion polymerization ) adalah monomer, inisiator, air, surfaktan, dan aditif. Dewasa ini produk – produk dari polimer emulsi banyak digunakan sebagai lem ( adhesive ), cat ( coating ) dan untuk aplikasi tekstil. Fungsi utama dari polimer emulsi adalah sebagai binder ( pengikat ).
Penstabil Tanah ( Soil Stabilizer )
Partikel – partikel tanah pada dasarnya tidak terikat dengan kuat antara satu dengan lainnya. Akar dari tanaman akan meningkatkan ikatan dari partikel – partikel tersebut. Hilangnya pohon dan tanaman akibat penebangan liar atau sebab yang lain mengakibatkan partikel – partikel tanah menjadi sangat rentan dan mudah untuk dipisahkan. Apalagi jika tanah yang rentan tersebut dikenai oleh beban yang sangat besar misalnya aliran sungai yang deras atau hujan yang sangat lebat. Aliran air akan dengan sangat mudah merusak dan menghancurkan ikatan partikel – partikel tanah akibatnya akan terjadi tanah longsor atau erosi.
Polimer emulsi terutama dari jenis poly ( vinyl acetate co acrylic ) atau poly ( vinil acetate co veova ) dapat berfungsi sebagai soil stabilizer. Polimer jenis ini akan meningkatkan ikatan partikel – partikel tanah sehingga akan mencegah pergerakan dari partikel – partikel tersebut serta akan mencegah terdispersinya partikel – partikel tanah oleh air dan udara.
Perlu terlebih dahulu diketahui material – material lain yang juga dapat berfungsi sebagai soil stabilizer dan kelemahan dari setiap material - material tersebut. Material – material yang dapat digunakan sebagai soil stabilizer selain polimer emulsi adalah chlorine based salts, organic resin emulsion, organic oil emulsion, petroleum resin emulsion, liqnin sulfonate dan enzymes. Kelemahan dari material – material tersebut diantaranya adalah sifat korosif terhadap logam, tanah menjadi licin jika basah, ikatan antar partikel tidak kuat, menjadikan tanah dan air tanah menjadi hangat, lapisan menjadi mudah patah ( britle ) jika kering, lapisan memiliki bau yang menyengat, mudah terlarut, dan proses aplikasinya yang sulit.
Keunggulan dari polimer emulsi dibandingkan dengan material yang lain adalah menciptakan lapisan yang flexible, aman terhadap lingkungan, tidak korosif, tidak mudah terlarut, tanah tidak licin jika basah, tahan air ( waterproof ), non flammable, tidak menimbulkan bau, mengikat partikel tanah dengan kuat, aplikasinya yang singkat dan mudah, tahan terhadap sinar matahari ( sinar uv ) dan alkali, dan yang lebih penting adalah biayanya yang murah.
Metode Penggunaannya
Polimer emulsi jenis poly ( vinyl acetate co acrylic ) atau poly ( vinil acetate co veova ) sebagai soil stabilizer untuk mencegah erosi sudah dilakukan di negara – negara eropa dan amerika serikat, dan belum lama juga diuji cobakan di Malaysia dan Thailand, dan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Polimer emulsi berbentuk cairan berwarna putih susu ( milky white ), memiliki pH yang sesuai dengan pH tanah dan memiliki viskositas yang rendah. Metode penggunaannya adalah dengan menyemprotkan cairan polimer pada tanah – tanah yang rentan terhadap erosi seperti pinggir sungai, tanah – tanah gundul, daerah pertambangan, dll. Metode penyemprotannya dapat melalui selang, truk atau helikopter.
Polimer emulsi yang telah disemprotkan akan berdifusi kedalam tanah sampai kedalaman 2 cm dan akan mengikat setiap partikel tanah dengan kuat, polimer ini akan membentuk film dalam waktu antara 2 – 16 jam tergantung dari jenis tanahnya, setelah kering dan membentuk lapisan film maka tanah akan menjadi terlindung dari erosi dan longsor terutama erosi yang disebabkan oleh hujan deras dan banjir. Lapisan film dari polimer ini tidak akan merusak bibit – bibit ( seeds ) tanaman bahkan akan mencegah terlarutnya atau hilangnya pupuk dari tanah. Kedalaman film yang hanya 2 cm dari permukaan tanah tidak akan menggangu unsur – unsur hara didalam tanah dan air tanah ( ground water ). Struktur polimer yang mempunyai gugus fungsi yang hidrofob akan mengakibatkan tanah tahan terhadap air sehingga tidak menjadi licin jika basah.
Aplikasi Lain
Selain digunakan sebagai material pencegah erosi atau longsor, polimer emulsi jenis poly ( vinyl acetate co acrylic ) atau poly ( vinil acetate co veova ) dapat pula digunakan sebagai dust palliative. EPA ( Environmetal Protection Agency ) menyatakan bahkan debu ( dust ) mengandung 108 bahan berbahaya, diantaranya dapat menyebabkan penyakit asthma, kanker, alergi, penyakit karena virus dan penyakit lainnya. EPA memperkirakan setiap tahun terjadi emisi debu ( dust emmision ) sebanyak 25M ton. Polimer emulsi yang disemprotkan pada tanah akan mencegah terjadinya polusi yang disebabkan oleh debu ( dust pollution ) karena polimer emulsi akan mencegah terdispersinya partikel – partikel tanah oleh udara. Sehingga selain dapat diaplikasikan dipinggir – pinggir sungai sebagai material pencegah erosi, polimer emulsi juga dapat diaplikasikan pada daerah perkotaan seperti taman kota, tanah lapang, daerah pertambangan, daerah pertanian, pinggir jalan raya, landasan pesawat terbang dan helikopter, tempat parkir, dan lain – lain. Sehingga dengan menggunakan polimer emulsi selain terhindar dari bahanya longsor dan erosi kita juga akan terhindar dari berbagai jenis penyakit.

Dr. Nurudin Budiman
Reseacher
This article was published in Kompas daily in 2003

7 comments:

yunan said...

very excellent...
salut ... so, gimana cara saya bisa memperoleh produk soil stabilizer tersebut ?.
saya yunan tinggal di jakarta. bekerja sebagai pemain kimia perawatan untuk mesin dan gedung.
sudah bbrapa waktu saya mencari produk sejenis yang origin indonesia tp belum pernah ada info. bisakah pak nur beri info ke saya ttg cara untuk mendapatkan produk tsbt?

regards
yunan fb - yunanfbintoro@gmail.com

yunan said...

very excellent...
salut ... so, gimana cara saya bisa memperoleh produk soil stabilizer tersebut ?.
saya yunan tinggal di jakarta. bekerja sebagai pemain kimia perawatan untuk mesin dan gedung.
sudah bbrapa waktu saya mencari produk sejenis yang origin indonesia tp belum pernah ada info. bisakah pak nur beri info ke saya ttg cara untuk mendapatkan produk tsbt?

regards
yunan fb - yunanfbintoro@gmail.com

Awyn said...

Artikel ygsangat menarik, terima kasih. Apakah anda bisa membeikan informasi dimana bisa mendapatkan polimer emulsi ini dan berapa harganya?

Terima kasih.
salam
mshobirin@gmail.com

reza said...

saya ingin berkonsultasi dengan bapak mengenai polimer emulsi.
kemana saya harus bertemu untukberkonsultasi?
terima kasih

reza said...

saya reza mahasiswa politeknik negeri jakarta semester akhir jurusan sipil.
saya berencana mengambil tugas akhir mengenai stabilitas tanah daerah cengkareng dengan additive latex, tapi saya belum mengeri dengan polimer emulsi yang disebut juga latex.
harap bantuanya,saya ingin sekali berkonsultasi dengan bapak mengenai itu.kemana saya harus bertemu dan berkonsultasi gengan bapak nur?
sekian terima kasih

Dr.Nurudin Budiman said...

if you need further assistance on this particular application please call my mobile phone 08128318632

citra said...

terimakasih pak artikelnya sangat bermanfaat bagi saya yang sedang mengambil Tugas Akhir, yang saya ingin tanyakan apakah ada produk olahan dari polimer emulsi yang dapat dibeli??atau harus memebuatnya sendiri??